Image
Oleh Admin | Pada Sabtu, 11 Mei 2019 475 Kali Dilihat

Kemendikbud: Rata-rata Nilai UN SMA/sederajat Meningkat  08 Mei 2019

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyerahkan hasil ujian nasional (UN) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), dan program kesetaraan Paket C kepada pemerintah daerah pada tanggal 3 Mei 2019. Rata-rata nilai UN untuk semua jenjang dan mata pelajaran mengalami peningkatan.


"Sekarang ini (nilainya) murni, karena sudah hampir seratus persen menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Ternyata tahun ini menunjukkan kenaikan, meskipun sedikit. Saya kira ini perlu disyukuri. Sebuah titik awal yang baik," disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno, dalam taklimat media tentang hasil UN tahun 2019, di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Sebagai cermin hasil pembelajaran, hendaknya hasil UN menjadi umpan balik peningkatan mutu pembelajaran di kelas. Kabalitbang menyatakan bahwa capaian hasil UN perlu dianalisa secara komprehensif untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi capaian.

"Hasil UN ini selanjutnya akan dianalisis untuk mendiagnosa topik-topik yang harus diperbaiki di setiap sekolah untuk setiap mata pelajaran UN. Hasil analisis tersebut akan didistribusikan ke semua dinas pendidikan untuk ditindaklanjuti dengan program-program peningkatan mutu pembelajaran,” tutur Totok.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Bambang Suryadi, mengatakan, selain menjadi pilihan ujian bagi generasi mendatang, UNBK dirasa lebih efektif dan efisien dalam konteks waktu, energi, pikiran, dan biaya.

"Ketika pelaksanaan UN sudah berintegritas, tantangan berikutnya terletak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Kita harapkan capaian integritas ini sejalan dengan capaian akademik," ujar Bambang.

Ditambahkan oleh Bambang, ujian nasional perbaikan bagi peserta UN jenjang pendidikan menengah/sederajat akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Sebelumnya pernah dilaksanakan pada bulan Agustus ataupun Oktober. Dengan demikian, diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan siswa yang memerlukan perbaikan hasil UN, misalkan untuk memenuhi persyaratan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Sri Renani Pantjastuti, mengatakan bahwa hasil analisis UN menjadi salah satu landasan untuk peningkatan kompetensi pembelajaran.

"Tujuannya bagaimana pembelajaran bisa lebih baik. Jadi kami sudah siapkan modul-modul pembelajaran. Tinggal dipilih saja sesuai dengan yang masih lemah atau kurang untuk dibahas bersama-sama di MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) masing-masing," jelas Renani.

Kemendikbud akan terus meningkatkan kualitas dan komposisi soal ujian nasional. Menurut Kabalitbang, siswa perlu berlatih berpikir memecahkan soal-soal yang memerlukan cara berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills). "Soal-soal HOTS pelan-pelan dinaikkan. Lambat laun kita tingkatkan komposisinya dari tahun ke tahun," kata Totok.

Selain itu, Kemendikbud akan mendorong peningkatan jumlah peserta UNBK. "Kami berharap Kementerian Kominfo (Komunikasi dan Informatika) tahun depan bisa menjangkau semua titik yang saat ini belum terjangkau akses internet. Sehingga tahun depan persoalan akses ini tidak ada lagi. Tinggal persoalan menyediakan perangkat komputer di sekolah-sekolah saja," harap Kabalitbang.

Ujian nasional tahun 2019 diikuti 8,3 juta peserta didik dengan 103 ribu satuan pendidikan. Sebanyak 91 persen atau lebih dari 7,5 juta peserta didik dan warga belajar mengikuti UNBK. Jumlah peserta UNBK meningkat 19 persen dari jumlah peserta UNBK tahun 2018.

Daya Juang Siswa dari Keluarga Ekonomi Lemah

Kepala Balitbang Kemendikbud mengungkapkan beberapa hasil angket ujian nasional tahun 2019. Salah satu yang menarik dari hasil angket UN 2019, sebanyak 19 persen responden angket yang memiliki capaian UN tinggi merupakan siswa yang berasal dari latar belakang keluarga dengan ekonomi kurang menguntungkan atau ekonomi lemah. Mereka disebut Totok sebagai siswa berdaya juang (ketahanmalangan) tinggi.

"Anak-anak yang dalam kehidupan sehari-hari serba kekurangan, setelah kita cek, ternyata nilai mereka tinggi. Belajar dalam kondisi kekurangan ternyata bisa berprestasi baik. Ini luar biasa. Anak dengan resilience atau ketahanmalangan," terang Totok.

Angket diisi oleh 50 peserta di setiap sekolah pelaksana UNBK usai mengerjakan soal. Angket ini bertujuan untuk menggali informasi non-kognitif agar diperoleh analisis menyeluruh mengenai faktor-faktor yang memengaruhi capaian siswa.

Ada lima jenis angket yang dapat dikerjakan oleh siswa seusai mengerjakan UN. Namun, setiap siswa hanya perlu mengerjakan satu jenis paket saja. Pertanyaan di dalam angket terkait indikator sosial-ekonomi seperti pekerjaan dan pendidikan orangtua serta kepemilikan barang. Selain itu, digali juga persepsi siswa dalam mengenali bakat dan keunggulan diri, serta cita-cita (aspirasi) siswa.

"Persoalan ketahanmalangan ini bisa menjadi kriteria karakter anak Indonesia yang perlu ditumbuhkan," tambah Kabalitbang. (*)



Jakarta, 7 Mei 2019
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
 
Sumber : Siaran Pers BKLM, Nomor: 184/Sipres/A5.3/HM/V/2019

Post
Admin 94 Kali Dilihat

Assesment Nasional Tahun 2021

Minggu, 29 Agustus 2021 Dilihat 94 Kali

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar d....

Post
Admin 1887 Kali Dilihat

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMA NEGERI 1 PADANG GELUGUR TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Sabtu, 30 Mei 2020 Dilihat 1887 Kali

1. Website pendaftaran: http://ppdbsumbar.id/ 2. Jadwal Pendaftaran:         Pendafta....

Post
Admin 1125 Kali Dilihat

45 PASSING GRADE SNMPTN UNIVERSITAS NEGERI 2019 TERBARU

Rabu, 15 Januari 2020 Dilihat 1125 Kali

1. PASSING GRADE JURUSAN SNMPTN UNIVERSITAS PADJADJARAN (UNPAD) 2019 TERBARU PASSING GRADE 2019 UNPAD, JURUSAN IPA: 361016 P....

Post
Admin 551 Kali Dilihat

REKAP DATA PESERTA DIDIK YANG LULUS PT TAHUN 2019

Rabu, 11 September 2019 Dilihat 551 Kali

Rekap data peserta didik SMA Negeri 1 Padang Gelugur tahun 2019 Peserta didik yang lulus terdiri dari beberapa jalur seleksi ....

Post
Admin 427 Kali Dilihat
Post
Admin 442 Kali Dilihat

Hari Aksara Internasional 2019 - Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat

Senin, 09 September 2019 Dilihat 442 Kali

08 Sep 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-54....

Post
Admin 404 Kali Dilihat

Hari Aksara Internasional 2019 - Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat

Senin, 09 September 2019 Dilihat 404 Kali

08 Sep 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-54....

Post
Admin 1459 Kali Dilihat

Daftar Sekolah Kedinasan Terbaik dan Favorit

Kamis, 05 September 2019 Dilihat 1459 Kali

Daftar sekolah kedinasan favorit dan terbaik di Indonesia menjadi pilihan bagi calon mahasiswa baru yang akan melanjutkan ke....

Post
Admin 658 Kali Dilihat

Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2018 SMA Negeri Padang Gelugur

Senin, 26 Nopember 2018 Dilihat 658 Kali

Berdasarkan Surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 83144/MPK.B/TU/2018 mengenai Penyelengga....

Post
Admin 548 Kali Dilihat

Pelantikan Pengurus OSIS SMA Negeri 1 Padang Gelugur Periode 2018/2019

Selasa, 23 Oktober 2018 Dilihat 548 Kali

Kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan....

Komentar